Anggota Komisi III DPRD Pelalawan Desak Transparansi Hasil Uji Lab DLH

Selasa, 18 November 2025 | 14:33:51 WIB
Anggota Komisi III DPRD Pelalawan Desak Transparansi Hasil Uji Lab DLH

Pelalawan (SekataNews.com) - Usai Inspeksi mendadak (Sidak), buntut dari matinya ikan secara masif di Daerah Aliran  Sungai (DAS) Kampar Desa Sering, Kecamatan Kabupaten Pelalawan, Riau, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat untuk segera mempublikasikan hasil uji laboratorium sampel air limbah secara transparan kepada publik.

Desakan ini disampaikan setelah tim gabungan yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III Saniman bersama Wakil Junaidi Purba, serta Sekretaris Haji Zakri, dan anggota Komisi III DPRD Pelalawan Efrizon, SH., M.K, saat turun Sidak ke lokasi bersama Camat Pelalawan dan Kepala Desa (Kades) Sering pada Senin 17 November 2025 kemarin.

Kunjungan yang dipicu oleh keluhan masyarakat dan Kades Sering mengenai insiden ikan mati ini mengindikasikan adanya dugaan kuat pencemaran lingkungan yang berasal dari pembuangan limbah.

Dalam wawancara eksklusif, Anggota Komisi III DPRD Pelalawan Efrizon, mengungkapkan temuan signifikan dari hasil peninjauan. Menurutnya, meskipun kedatangan tim sudah berlangsung hampir seminggu setelah kejadian, kondisi di lokasi memperlihatkan gejala yang mengkhawatirkan. Efrizon, mendeskripsikan kondisi fisik air yang tidak normal. 

"Dan lumpuran itu kental, licin, macam ada apa, macam oli kayak itu. Bau, pedih hidung kita di sana tuh,” katanya, ssraya menguatkan dugaan adanya zat kontaminan berbahaya.

Komisi 3 DPRD pelalawan telah mengambil tiga sampel air untuk perbandingan, meskipun pengambilan sampel resmi harus dilakukan oleh pihak yang berwenang (DLH). Sampel ini, kata Efrizon, akan menjadi “sampel pembanding” jika hasil resmi DLH dianggap tidak memenuhi ekspektasi atau tidak transparan. Menanggapi situasi ini, Efrizon, SH., M.Kn. menyampaikan desakan. 

“Kita dari Komisi III mendesak supaya Kadis DLH transparan dengan hasil labor dari limbah tersebut,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya mempublikasikan hasil pengujian tersebut. “Di lab-nya itu memang betul-betul transparan dan dipasanglah di kantor desa itu hasil labor dari limbah yang dibawa DLH itu," pungkasnya.***

Terkini