Kerinci dan Sungai Penuh Tetap Terang Saat Blackout Sumatera Berkat PLTA

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:37:00 WIB

KERINCI – Ketika gangguan kelistrikan atau blackout melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh justru tetap menikmati pasokan listrik yang stabil. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat, pelayanan publik, hingga sektor usaha di kedua daerah tetap berjalan normal tanpa mengalami pemadaman seperti yang terjadi di sejumlah wilayah lainnya.

Situasi ini memunculkan pertanyaan dari masyarakat mengenai alasan Kerinci dan Sungai Penuh tidak terdampak gangguan listrik berskala besar tersebut. Jawabannya terletak pada sistem jaringan transmisi dan sumber pasokan energi yang berbeda dibandingkan wilayah yang mengalami pemadaman.

Pasokan listrik di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh berasal dari jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang menghubungkan Bangko, Gardu Induk Koto Lolo, hingga Sungai Liuk. Jalur tersebut memungkinkan distribusi listrik tetap berlangsung meskipun terjadi gangguan pada sistem transmisi utama di wilayah lain.

Selain mengandalkan jaringan transmisi tersebut, kedua daerah juga memperoleh dukungan dari pembangkit listrik lokal yang memperkuat keandalan sistem kelistrikan.

Manager PLN ULP Sungai Penuh, Eko Pitono, menjelaskan bahwa blackout terjadi akibat gangguan pada jaringan transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai. Gangguan itu menghambat penyaluran energi dari sejumlah pembangkit ke sistem kelistrikan Sumatera.

"Transmisi Muara Bungo–Sungai Rumbai mengalami gangguan sehingga tidak seluruh pembangkit di Sumatera dapat menyalurkan energi listrik," ujar Eko.

Meski demikian, Eko menegaskan gangguan tersebut tidak berdampak langsung terhadap pasokan listrik di Kerinci dan Sungai Penuh. Pasalnya, kebutuhan listrik di kedua wilayah disuplai melalui jalur berbeda yang berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) PT Kerinci Merangin Hidro (KMH).

Menurutnya, energi listrik dari PLTA KMH disalurkan melalui jaringan transmisi Bangko menuju Sungai Liuk sehingga sistem kelistrikan di Kerinci dan Sungai Penuh tetap beroperasi secara normal.

PLN juga terus memantau kondisi sistem kelistrikan secara menyeluruh. Jika diperlukan, perusahaan akan melakukan pengaturan beban guna menjaga keseimbangan pasokan listrik di jaringan Sumatera.

Sementara itu, Manager PLTA PT Kerinci Merangin Hidro (KMH), Aslori Ilham, memastikan seluruh unit pembangkit beroperasi penuh dan terus memasok energi listrik ke sistem PLN sejak November 2025.

Ia menjelaskan setiap turbin mampu menghasilkan daya sekitar 87,4 megawatt (MW). Dengan empat unit turbin yang beroperasi, kapasitas pembangkit mencapai sekitar 350 MW.

"Seluruh unit saat ini sudah beroperasi dan menyuplai energi listrik ke sistem PLN," kata Aslori.

Menurutnya, produksi listrik dari PLTA KMH selalu menyesuaikan kebutuhan sistem. Pada siang hari, konsumsi listrik umumnya lebih rendah sehingga daya yang disalurkan berkisar 100 MW. Sebaliknya, ketika memasuki waktu beban puncak pada sore hingga malam hari, kapasitas penyaluran dapat ditingkatkan hingga mendekati kemampuan maksimal pembangkit.

Energi yang dihasilkan PLTA KMH kemudian masuk ke jaringan transmisi Bangko–Koto Lolo–Sungai Liuk. Jalur inilah yang menjadi tulang punggung pasokan listrik bagi Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Keberadaan jalur transmisi tersebut membuat kedua daerah berada pada posisi yang lebih aman ketika terjadi gangguan pada sistem transmisi utama di wilayah lain. Alhasil, masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa terganggu pemadaman listrik.

Aslori juga menyampaikan bahwa kapasitas listrik yang dihasilkan PLTA KMH tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh. Daya yang tersedia bahkan berpotensi mendukung pasokan energi listrik untuk wilayah lain di Provinsi Jambi sesuai kebutuhan sistem PLN.

Keberadaan PLTA KMH menjadi salah satu infrastruktur strategis yang memperkuat ketahanan energi daerah sekaligus meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di wilayah barat Provinsi Jambi.

Peristiwa blackout yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera sekaligus menjadi pengingat pentingnya diversifikasi sumber energi dan penguatan jaringan transmisi. Kehadiran pembangkit lokal yang terintegrasi dengan sistem transmisi terbukti mampu menjaga kontinuitas pasokan listrik ketika sebagian jaringan utama mengalami gangguan.

Dengan dukungan PLTA PT Kerinci Merangin Hidro serta jaringan transmisi Bangko–Koto Lolo–Sungai Liuk, kondisi pasokan listrik di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh hingga kini tetap stabil. Situasi tersebut memberikan rasa aman bagi masyarakat karena aktivitas ekonomi, pelayanan publik, pendidikan, maupun kegiatan sehari-hari dapat berlangsung tanpa hambatan akibat pemadaman listrik.

Terkini