Serangan Harimau Kembali Makan Korban, Sepekan 2 Nyawa Melayang di HTI APRIL Group

Senin, 13 Juli 2026 | 13:30:00 WIB
Serangan Harimau Kembali Makan Korban, Sepekan 2 Nyawa Melayang di HTI APRIL Group

Pelalawan (Sekatanews.com) - Konflik satwa liar dilindungi harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) kembali terjadi diwilayah kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) APRIL Group, di Kabupaten Pelalawan, Riau. Kali kembali memakan korban jiwa, sampai saat ini dikabarkan dalam sepekan telah merenggut dua (2) nyawa, salah satunya pekerja atau karyawan kontrak anak usaha APRIL Group yakni PT Aghi Putra Perdana (APP) di wilayah camp atau mess kontraktornya PT Madukoro Lestari Estate Tasik.

Dari informasi yang dirangkum, lokasi kejadian diketahui hanya berjarak sekitar 6,5 kilometer dari lokasi serangan pertama pada 7 Juli 2026 lalu, yang menewaskan anak berusia 12 tahun, Jerlin Zalukhu. Dimana lokasi keduanya seorang pekerja PT APP bernama Eko Prastio (29) ditemukan meninggal dunia setelah diduga diserang harimau Sumatera di salah satu areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), pada Jumat 10 Juli 2026 setelah kejadian pertama tersebut.

Kronologi kejadian berdasarkan laporan Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) BBKSDA Riau, korban Wko Prasetio, terakhir terlihat sekitar pukul 19.15 WIB saat keluar dari mess pekerja untuk mencari sinyal telepon guna mengirim informasi pekerjaan melalui grup WhatsApp.

Hingga tengah malam, korban tidak kembali. Rekan kerja bersama petugas keamanan kemudian melakukan pencarian dan menemukan sandal, headset, ceceran darah dalam jumlah banyak, serta bekas seretan menuju semak.

Di lokasi tersebut juga ditemukan jejak harimau Sumatera. Sekitar pukul 02.30 WIB, kejadian dilaporkan kepada Tim WRU BBKSDA Riau yang memang masih berada di sekitar lokasi sejak penanganan serangan pertama.

Tim gabungan segera melakukan observasi dan penyisiran menggunakan drone termal dan sorotan lampu halogen. Pencarian dilanjutkan pada pagi hari. Sekitar pukul 06.03 WIB, korban ditemukan meninggal dunia di dalam semak dengan jarak sekitar 650 meter dari titik terakhir ia diketahui berada.

Hasil identifikasi awal menunjukkan lokasi serangan terbaru hanya berjarak sekitar 6,5 kilometer dari tempat meninggalnya Jerlin Zalukhu.Insiden ini menjadi serangan fatal kedua dalam kurun waktu kurang dari sepekan.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Supartono, kepada awak media mengatakan pihaknya masih terus melakukan penanganan intensif di lapangan untuk mencegah kembali terjadinya konflik antara manusia dan Harimau Sumatera.

"Tim BBKSDA Riau masih berada di lapangan sejak kejadian pertama pada 7 Juli. Setelah kembali terjadi serangan yang menewaskan seorang pekerja, kami langsung memperkuat upaya penanganan, termasuk menganalisis apakah harimau yang terlibat merupakan individu yang sama dengan kejadian sebelumnya," katanya, baru-baru ini.

Ia menambahkan bahwa BBKSDA Riau kini tengah menganalisis jejak yang ditemukan untuk memastikan apakah kedua serangan dilakukan oleh individu Harimau Sumatera yang sama. Sebagai langkah antisipasi, BBKSDA Riau telah memasang box trap di sekitar lokasi kejadian dan meminta perusahaan menerapkan standar operasional (SOP) secara lebih ketat.

"Keselamatan masyarakat menjadi prioritas, namun penanganan tetap dilakukan secara terukur dengan memperhatikan pelestarian Harimau Sumatera sebagai satwa yang dilindungi," pungkasnya menambahkan.

Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat, pekerja, dan perusahaan yang beraktivitas di sekitar habitat Harimau Sumatera untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak beraktivitas seorang diri terutama pada malam hingga dini hari, memastikan sistem pengamanan camp berfungsi dengan baik, serta segera melaporkan kepada petugas apabila mengetahui keberadaan satwa liar di sekitar lokasi.

Sementara itu, corporate comunication (Corcom) PT. RAPP atau APRIL Gruop melalui Budi Firmansyah, saat dihubungi hingga artikel ini naik tayang, tak kunjung terkonfirmasi.***

 

Terkini