TERKUAK! Dugaan Pemotongan BLT di Desa Koto Simpai, Kades Berkilah

Selasa, 28 Juli 2026 | 21:44:03 WIB

Sakatnews.com.KERINCI – Kabar meresahkan muncul dari Desa Koto Simpai, Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci. Sebuah dugaan pemotongan dana bantuan langsung tunai (BLT) tahun 2025 mencuat ke permukaan. Dikabarkan, bantuan langsung tunai yang dialokasikan selama tiga bulan dengan besaran Rp900.000 per penerima diduga hanya diterima sebesar Rp700.000. Sebanyak Rp200.000 diduga dipotong per orang.

Dugaan ini melibatkan sekitar 33 warga penerima manfaat di desa tersebut. Jika benar terjadi, praktik ini tentu merugikan masyarakat yang memang sangat membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menanggapi isu yang berkembang, Kepala Desa Koto Simpai, Jeki Saputra, membantah  tuduhan tersebut. Di hadapan pihak terkait maupun warga, ia menegaskan tidak pernah melakukan pemotongan dana bantuan apa pun.

"Selama saya menjabat sebagai Kepala Desa Koto Simpai, tidak ada bantuan yang kami potong bahkan Data penerima bantuan pun tidak ada di kami," tegas Jeki Saputra membantah kabar yang beredar.

Pernyataan Kades ini tentu memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Di satu sisi ada laporan warga yang menyatakan dana dipotong, namun di sisi lain pihak pengelola pemerintahan desa menyatakan tidak ada penyaluran bantuan sama sekali.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan resmi dari pihak kecamatan maupun dinas terkait mengenai status penyaluran bantuan provinsi tahun 2025 di Desa Koto Simpai. Masyarakat berharap aparat penegak hukum dan pengawas pemerintahan segera melakukan pengecekan dan investigasi mendalam agar kebenaran terungkap dan tidak ada pihak yang dirugikan.(Die)

Terkini