Sekaranews.com.KERINCI — Pembangunan gedung serba guna di Desa Koto Simpai, Kecamatan depati tujuh, Kabupaten Kerinci, menjadi sorotan warga. Pasalnya, pelaksanaan pembangunan tersebut diduga dilakukan tanpa dilengkapi perencanaan dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang jelas serta minim pengawasan.
Selain itu, sejumlah bagian konstruksi bangunan juga dipertanyakan. Salah satunya terkait dugaan tidak dipasangnya kayu reng pada bagian konstruksi atap, sehingga warga mempertanyakan kualitas dan kesesuaian pembangunan gedung tersebut dengan standar teknis.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pembangunan gedung serba guna tersebut diduga dikelola langsung oleh Kepala Desa Koto Simpai. Pelaksanaan pekerjaan juga disebut-sebut dilakukan tanpa pengawasan yang memadai.
Yang menjadi perhatian lainnya adalah dugaan keterlibatan keluarga kepala desa dalam pengerjaan proyek tersebut. Pekerjaan pembangunan gedung dikabarkan dikerjakan langsung oleh kakak ipar kepala desa.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari masyarakat mengenai mekanisme pengelolaan pembangunan, mulai dari proses perencanaan, penyusunan RAB, pelaksanaan pekerjaan hingga pengawasan penggunaan anggaran desa.
Sejumlah warga berharap pemerintah desa dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai sumber anggaran, nilai anggaran, RAB, gambar teknis serta pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan pembangunan gedung serba guna tersebut.
Warga juga meminta pihak terkait melakukan pemeriksaan terhadap kualitas pekerjaan untuk memastikan pembangunan gedung sesuai dengan perencanaan dan ketentuan teknis yang berlaku.
"hingga saat tidak ada penjelasan kepala desa kepada masyarakat, seperti bentuk pembangunan atap gedung serba guna ini, kitapun menjadi bertanya,"ungkap warga yang tidak ingin namanya disebutkan.
Jika ditemukan adanya ketidaksesuaian dalam pelaksanaan pembangunan maupun pengelolaan anggaran, masyarakat berharap persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti oleh pihak berwenang sesuai ketentuan.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Koto Simpai belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tidak adanya RAB dan perencanaan, mekanisme pengawasan, serta keterlibatan kakak ipar dalam pengerjaan pembangunan gedung serba guna tersebut.(Die)