Kelas Parenting Digencarkan di Sungai Penuh, Perkuat Peran Keluarga dalam Tumbuh Kembang Anak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:15:13 WIB

Sekatanews com.SUNGAI PENUH — Pemerintah Kota Sungai Penuh terus mendorong peran aktif orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui kegiatan Kelas Parenting Orang Tua PAUD, yang digelar di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh para orang tua dari berbagai lembaga PAUD se-Kota Sungai Penuh. Turut hadir Bunda PAUD Kota Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, perwakilan HIBGABI Provinsi Jambi, serta Ketua Gabungan Organisasi Wanita Kota Sungai Penuh.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, yang membacakan sambutan Wali Kota. Dalam kesempatan itu ditegaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam proses tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, setiap orang tua perlu memiliki pemahaman dan pengetahuan yang memadai tentang pola pengasuhan yang tepat.

"Anak-anak kita adalah investasi terbesar bangsa. Mereka adalah generasi yang akan melanjutkan pembangunan Kota Sungai Penuh dan menentukan wajah masa depan daerah kita," ujar Azhar Hamzah.

Pemerintah daerah menegaskan, pendidikan anak tidak hanya berlangsung di lembaga pendidikan formal. Keluarga menjadi tempat pertama anak belajar mengenal lingkungan, membangun karakter, berkomunikasi, serta mengembangkan kemampuan sosial dan emosional. Melalui kelas parenting ini, diharapkan setiap orang tua dibekali wawasan yang utuh guna mendampingi anak tumbuh secara sehat, cerdas, dan berkarakter.

Sementara itu, Kabid PAUD Kota Sungai penuh, Mira Satriani kepada media ini menambahkan, bahwa terselenggaranya kegiatan ini memang inisiasi dari Bu Wako, beliau ingin orangtua tau apa yg dilakukan apabila terjadi keadaan darurat pada anak, sebab banyak orangtua yg salah mengambil tindakan yg pada akhirnya berakibat fatal.

"Iya, tujuan dari kegiatan ini adalah tentang kesiapsiagaan orangtua terhadap keadaan darurat pada anak, misalnya bagaiman membantu anak yang baru tenggelam, bagaimana membantu anak yang tersedak dan apa yang dilakukan orangtua kalau anaknya digigit serangga atau ular dibarengi dengan praktik langsung.(Die)
 

Terkini