KERINCI (Sekatanews.com) - Pekerjaan proyek jalan di Desa Benik, Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kerinci, dinilai dikerjakan asal-asalan. Pasalnya pengerjaan jalan tersebut tidak memperhatikan cuaca beberapa waktu lalu.
“Penghamparan (aspal) tidak bisa dilakukan pada saat badan jalan dalam keadaan basah, karena hal itu mempengaruhi kualitas dari pekerjaan,” ujar salah seorang aktivis Kerinci, Rama Irawan
Oleh karena itu, Rama meminta instansi terkait untuk turun mengecek ke lapangan.
"Jika dibiarkan dan tidak ditindaklanjuti, maka jalan tersebut tidak bertahan lama," katanya
Selain itu, menurut Rama, dilokasi tidak ditemukan papan merek atau papan informasi proyek. Akibatnya, masyarakat tidak memperoleh informasi terbuka mengenai nama kegiatan, sumber anggaran, nilai kontrak, pelaksana pekerjaan, maupun waktu pelaksanaan, sebagaimana lazimnya pada kegiatan pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah.
"Ketiadaan papan informasi dan tipisnya lapisan aspal perlu mendapat perhatian serius dari dinas terkait," ungkapnya
Dikatakannya, masyarakat juga mendorong agar dinas teknis dan pihak pengawas melakukan pengecekan serta evaluasi langsung di lapangan.
"Untuk memastikan mutu pekerjaan, transparansi, dan kelayakan hasil pekerjaan sebelum dinyatakan selesai atau diterima pihak terkait harus benar-benar mengecek ke lapangan," pungkasnya.(*)