Sungai Penuh (Sakatanews.com) – 'AR' memberikan klarifikasi atas peristiwa yang terjadi di rumah Ibu Desi pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB yang sempat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Menurut penuturan AR kedatangannya ke rumah Ibu Desi semata-mata untuk memenuhi undangan guna membicarakan persoalan pinjaman emas sebanyak dua suku serta uang tunai sebesar Rp3 juta yang melibatkan pihak lain.
“Saya datang ke rumah Ibu Desi karena diminta untuk membicarakan masalah pinjaman. Tidak ada maksud lain,” ujar AR.
Ia menjelaskan, setelah sekitar lima menit berada di dalam rumah dengan kondisi pintu terbuka, tiba-tiba sejumlah warga datang dengan sikap emosional tanpa terlebih dahulu menanyakan duduk perkara. Situasi pun memanas hingga dirinya mengalami tindakan pemukulan.
Akibat kejadian tersebut, warga semakin ramai berdatangan ke lokasi. AR kemudian dibawa ke kantor kepala desa setempat. Namun, ia mengaku masih merasa tidak aman sehingga meminta perlindungan kepada pihak kepolisian.
“Tidak lama kemudian polisi datang, dan saya minta diamankan ke Polsek,” jelasnya.
Di Polsek, dilakukan mediasi yang dihadiri oleh kepala desa beserta perangkat desa Permanti. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
Hasil kesepakatan menyatakan bahwa AR bersedia membuat surat pernyataan untuk tidak lagi mendatangi rumah Ibu Desi serta tidak melanjutkan persoalan ini ke jalur hukum.
“Permasalahan sudah diselesaikan secara damai dan saya juga sudah membuat surat pernyataan,” tambahnya.
Usai proses mediasi, AR kemudian melanjutkan pengobatan akibat luka yang dialaminya.
Dengan adanya klarifikasi ini, AR berharap masyarakat tidak lagi salah menafsirkan kejadian tersebut dan situasi dapat kembali kondusif.***(Ung)