KERINCI – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci kembali mencatat capaian penting dalam perjalanan akademiknya. Sebanyak 538 mahasiswa resmi menyandang gelar sarjana dan magister setelah mengikuti Sidang Senat Terbuka Wisuda Program Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2) ke-XII di Aula Perpustakaan Digital Gedung SBSN, Kamis (18/6/2026).
Momentum wisuda tersebut tidak hanya menjadi akhir dari perjalanan studi para lulusan, tetapi juga menjadi langkah baru bagi IAIN Kerinci dalam memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi Islam yang mencetak generasi berkompetensi dan memiliki karakter keislaman.
Dari total lulusan yang dikukuhkan, sebanyak 427 orang berasal dari program sarjana, sementara 111 lainnya menyelesaikan jenjang pascasarjana. Capaian ini sekaligus menunjukkan perkembangan akademik IAIN Kerinci yang terus bergerak menuju institusi pendidikan tinggi yang lebih besar.
Rektor Ungkap Proses Alih Status Menuju UIN
Rektor IAIN Kerinci, Dr. Jafar Ahmad, S.Ag., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan yang telah menyelesaikan proses pendidikan. Ia berharap para lulusan mampu membawa nama baik kampus serta memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Selain memberikan pesan kepada para alumni, Jafar juga menyampaikan perkembangan terbaru terkait rencana perubahan status IAIN Kerinci menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Menurutnya, kampus telah mengikuti evaluasi yang digelar Kementerian Agama RI pada 4 Juni 2026.
"Hasil sementara menunjukkan IAIN Kerinci termasuk lima dari 15 perguruan tinggi yang memenuhi syarat untuk diajukan ke Kementerian PAN-RB. Kami berharap proses ini berjalan lancar sehingga paling lambat pada 2027 atau awal 2028 IAIN Kerinci sudah resmi menjadi UIN," ujarnya.
Ia menjelaskan, perubahan status tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pengembangan kelembagaan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh.
Siapkan Program Doktoral Perdana
Tidak hanya fokus pada transformasi kelembagaan, IAIN Kerinci juga menyiapkan penguatan akademik melalui pembukaan program doktoral (S3) untuk pertama kalinya tahun ini.
Dua program yang akan hadir yakni Program Studi Islam dan Program Studi Pendidikan Agama Islam. Kehadiran jenjang doktoral ini menjadi bagian dari strategi kampus dalam memperluas akses pendidikan tinggi hingga tingkat lanjutan.
Menurut Jafar, Program Studi Islam memiliki cakupan keilmuan yang luas sehingga dapat menampung berbagai bidang kajian, mulai dari hukum, ekonomi, sosial hingga studi keagamaan.
"Kami mengajak para alumni dan mahasiswa pascasarjana untuk melanjutkan studi pada program doktoral yang akan segera dibuka. Ini menjadi langkah penting dalam pengembangan akademik IAIN Kerinci ke depan," katanya.
Dorongan Pemerintah Daerah untuk Para Lulusan
Bupati Kerinci, Monadi, yang menghadiri kegiatan tersebut, mengingatkan para lulusan agar terus meningkatkan kemampuan menghadapi perubahan zaman.
Ia menilai dunia kerja saat ini membutuhkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu membangun kerja sama dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
"Saya berharap para lulusan dapat menjadi agen perubahan yang berkontribusi bagi pembangunan daerah dan kemajuan Kabupaten Kerinci," ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, mengatakan wisuda menjadi bukti perjuangan panjang para mahasiswa dalam menempuh pendidikan tinggi.
Ia menilai lulusan IAIN Kerinci memiliki bekal penting untuk menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan era digital.
"Pemerintah Kota Sungai Penuh terus menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama, salah satunya melalui Program Beasiswa JUARA," kata Alfin.
Melalui wisuda angkatan XII ini, IAIN Kerinci menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat program akademik, serta mempersiapkan diri menuju perubahan status sebagai Universitas Islam Negeri (UIN) Kerinci.