Pelalawan (Sekatanews.com) - Kepedulian terhadap masyarakat di tengah kondisi kabut asap akibat ribuan hektar (Ha) terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pelalawan, Riau, hingga timbul korban ISPA, ditunjukkan Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Pelalawan (Hipmawan) Pekanbaru melalui gerakan “10.000 Masker untuk Masyarakat Pelalawan” ke 12 kecamatan se-Kabupaten Pelalawan.
Ketua Umum Hipmawan Pekanbaru, Taufik Hidayat, mengatakan kegiatan yang dimulai sejak 30 Agustus 2026, itu lahir dari semangat untuk hadir dan memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat Pelalawan.
"Kami ingin mahasiswa tidak hanya hadir dalam ruang diskusi, tetapi juga bisa turun langsung memberikan manfaat. Gerakan 10.000 masker ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat Pelalawan, khususnya di tengah kondisi kabut asap seperti saat ini,” kata Taufik.
Dalam pelaksanaannya, Hipmawan berkolaborasi dengan melibatkan unsur pemerintahan, organisasi mahasiswa, mahasiswa KKN, DKR Pramuka, HMI Pelalawan, paguyuban pelajar dan mahasiswa kecamatan, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Taufik menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam gerakan sosial tersebut. Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen menjadi kekuatan penting dalam menghadirkan aksi nyata bagi masyarakat.
"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah ikut mendukung gerakan ini. Setiap dukungan memiliki arti penting dalam upaya membantu masyarakat Pelalawan menghadapi kondisi kabut asap,” ungkapnya.
Menurut Taufik, persoalan kabut asap membutuhkan kepedulian dan kolaborasi dari berbagai pihak. Gerakan pembagian masker diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam memberikan perlindungan sementara kepada masyarakat sekaligus membangun kesadaran terhadap pentingnya pencegahan karhutla.
“Masker memang memberikan perlindungan sementara bagi masyarakat. Namun yang paling penting adalah bagaimana seluruh pihak terus bersama-sama mendorong upaya pencegahan dan penanganan karhutla agar persoalan kabut asap tidak terus berulang,” pungkasnya.***