PT. RAPP Disidak, Dewan Pelalawan Temukan Dugaan Kuat Akibat Limbah

Senin, 17 November 2025 | 21:56:24 WIB
PT. RAPP Disidak, Dewan Pelalawan Temukan Dugaan Kuat Akibat Limbah

Pelalawan (SekataNews.com) - Dampak dari matinya ikan secara masif sepekan terakhir di dearah aliran sungai (DAS) Kampar Desa Sering, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan langsung inspeksi mendadak (Sidak) di kanal pembuangan limbah PT. Riau Andalan Pupl and Paper (RAPP) atau April Grup.

Sidak tim gabungan yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Pelalawan Saniman, bersama Wakil Ketua Junaidi Purba, serta Sekretaris Haji Zakri, Anggota Komisi III Efrizon, SH, MKn, ke lokasi bersama Camat Pelalawan dan Kepala Desa (Kades) Sering pada Senin, 17 November 2025.

Dalam wawancara eksklusif, anggota Komisi III DPRD Pelalawan Efrizon,. mengungkapkan temuan signifikan dari hasil Sidak dan peninjauan. Menurutnya, meskipun kedatangan tim sudah berlangsung hampir seminggu setelah kejadian, kondisi di lokasi memperlihatkan gejala yang mengkhawatirkan. Ditambah keluhan masyarakat mengenai insiden ikan mati ini mengindikasikan adanya dugaan kuat pencemaran lingkungan yang berasal dari pembuangan limbah.

(Aksi Spontanitas aktivis dan masyarakat setelah ikan mendadak mabuk dan mati diduga akibat limbah perusahaan)

“Hasil temuan dari lapangan, karena kami datang sudah hampir satu minggu kejadian, jadi mungkin, menurut orang itu, pembuangan limbah itu, menurut masyarakat pembuangan limbah itu ada waktunya,” kata Bang Efrizon, sapaan akrabnya ini memulai wawancara.

Ia menjelaskan bahwa kondisi parit pembuangan limbah menunjukkan indikasi pencemaran yang parah. "Cuman, parit pembuangan limbah itu kalau kita tinjau ke sana, itu memang semua tercemar. Artinya, rumput pun tak bisa hidup di sana, di sungai itu,” ungkapnya menegaskan.

Lebih lanjut, pensiunan muda TNI AD, itu mendeskripsikan kondisi fisik air yang tidak normal. “Dan lumpuran itu kental, licin, macam ada apa, macam oli kayak itu. Bau, pedih hidung kita di sana tuh,” tambahnya, menguatkan dugaan adanya zat kontaminan berbahaya.

Komisi 3 DPRD pelalawan telah mengambil tiga sampel air untuk perbandingan, meskipun pengambilan sampel resmi harus dilakukan oleh pihak yang berwenang (DLH). 

"Sampel ini akan menjadi 'sampel pembanding' jika hasil resmi DLH dianggap tidak memenuhi ekspektasi atau tidak transparan," pungkasnya.

(Tampak ribuan ikan dikeramba nelayan mengapung dan mati)

Sebelumnya diberitakan, banyak masyarakat nelayan yang mengeluhkan akan dampak matinya ikan disepanjang DAS kampar diwilayah mereka, bahkan beberapa aktivis dan masyarakat melakukan aksi spontanitas mendesak agar Presiden Prabowo melalui menteri terkait meninjau kembali izin PT RAPP atau April Grup, agar kejadian serupa tak berulang setiap tahunnya.

Sementara itu, Kepala Komunikasi/Head Of Corcom PT RAPP Aji Wihardandi, yang sebelumnya mengaku manajemen PT RAPP siap bertanggung jawab, terkait semua SOP dalam IPAL PT RAPP. Namun, usai temuan Sidak Komisi III DPRD Pelalawan, saat dihubungi Head Of Corcom PT RAPP Aji Wihardandi, memilih bungkam dari konfirmasi media hingga berita ini naik tayang.***

Tags

Terkini