Jadi Narsum Tanoto Foundation, Aktivis Sebut Menaker RI Lukai Keadilan Naker

Senin, 27 Juli 2026 | 15:38:13 WIB
Jadi Narsum Tanoto Foundation, Aktivis Sebut Kemnaker RI Lukai Keadilan Naker

Pelalawan (Sekatanews.com) - Maraknya kasus kecalakaan dan upah pekerja yang tidak mendapat keadilan di perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) April Group, yang hingga saat ini masih ada terabaikan. Ironisnya baru-baru ini Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Republik Indonesia (RI) Yassierli, tepatnya pada Rabu, 22 Juli 2026 kemarin, dikabarkan datang ke APRIL Gruop melakukan kunjungan kerja (Kunker).

Kedatangan tersebut bukan tanpa alasan, apakah ada undangan resmi dari persiapan yang megah dari perusahaan yang dikenal terbesar di Asia Tengara itu, atau memang dari laporan yang marak terjadi akhir-akhir ini. Namun yang disayangkan berbagai aktivis kedatangan orang nomor 1 dibidang ketenagakerjaan di Indonesia, itu bukannya mengevaluasi sistem dan manajemen tenaga kerja yang ada di APRIL Group atau Royal Golden Eagle (RGE) secara menyeluruh, melainkan hanya mengisi acara sebuah seremonial beasiswa internal Tanoto Foundation atau Tanoto Scholars Gathering (TSG) semata.

Hal ini tentunya membuat berbagai kalangan aktivis dan masyarakat daerah ring 1 Pabrik bubuk kertas tersebut geram dan menilai negatif akan kedatangan seroang Menteri yang berkaitan erat dengan nasib puluhan ribu pekerja atau tenaga kerja (Naker) dari pusat Negera Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) itu. 

Salah satunya muncul dari Kesatuan Mahasiswa Peduli Kebijakan Sosial atau dikenal KMPKS, melalui Ketumnya Agung Maulana, S.I.kom, mengatakan kehadiran sosok Menteri yang seharusnya bisa berdampak bagi ketenagakerjaan yang ada di APRIL Group, malah membuat lelucon dengan memberikan wejangan terkait beasiswa Tanoto Foundation, yang notebenenya masih kurang dalam merangkul atau memasukkan Putra/Putri ring 1 wilayah operasional APRIL Group itu sendiri.

"Kita apresiasi APRIL Group dalam mempertontonkan sistem birokrasi Indonesia yang suka membuat lelucon dengan kuasanya menjadi perusahaan terbesar di Asia Tenggara di negeri kita cintai ini," kata Agung, memulai percakapan di kantor redaksi Sekatanews.com.

Mengapa tidak, tambahnya, memasuki bulan kemerdekaan yang tak lama lagi akan digelar di seluruh sudut dan pelosok NKRI, rasa keadilan Naker dibawah naungan APRIL Group banyak yang belum terselesaikan, namun tidak ada tindakan progresif untuk mengevalusai sitem manajemen Naker, namun Kamenterian Ketenegakerjaan (Kemnaker) hadir dengan bangganya memberi sambutan di acara beasiswa Tanoto Foundation.

"Kebanggaan dan keberhasilan APRIL Gruop tersebut secara tak langsung menampar seluruh pemangku kepentingan yang mau arahkan sesuka hatinya. Namun, kita juga tidak tahu apakah ada udang dibalik batu semua ini," ucapnya, seraya bertanya.

Menurut Agung, yang sangat tidak adil ketika itu adalah para pekerja atau Naker, yang rela meninggalkan keluarganya dikampung halaman dan rumah, namun masih banyak mendapat rasa ketidak adilan dadi berbagai sisi. Baik itu yang jadinkorban kecelakaan kerja maupun yang diberhentikan sepihak oleh vendor maupun perusahaan internal APRIL Group atau RGE itu sendiri.

"Banyak data kasus Naker yang berseliwiran di APRIL Grup, akan tetapi sanksi tegas dari Kunker Kemenaker itu sama sekali tidak tersiar sama kita. Inikan aneh bin ajaib namanya. Tentunya kedepan kami KMPKS akan ambil langkah untuk rasa keadilan Naker-Naker yang terzolimi disana, jika perlu riwayat para pejabat elit yang pernah hadir di APRIL Group kita minta bantu investigasi ke gedung Merah Putih nantinya," bebernya.

APRIL Group, terang Agung, boleh saja membuat setumpuk kagiatan menyenangkan hati para elit, namun disini masih banyak rasa keadilan yang harus diperjuangkan di permukaan publik salah satunya kehadiran Kemenaker RI yang dinilai salah kaprah memberikan wejangan beasiswa.

"Tentunya ini sangat melukai para Naker APRIL Group yang sejauh ini jauh dari rasa keadilan. Dengan ini kami akan konsolidasi menyeluruh, jika perlu mengajak seluruh elemen yang peduli untuk mengadakan aksi ke Kemenaker dan KPK, agar kedepan tidak ada lagi salah kaprah dinegeri yang kita cintai ini," tegasnya.

Kandati demikian, KMPKS terus mengumpulkan bukti-bukti yang tentunya autentik dalam mengajukan barbagai kasus Naker yang masih mandek di penegekkan hukum terpadu (Gakkumdu) maupun pengawas lapangan, sembari sejumlah kunker dan perjalanan dinas pejabat elit negeri ini di APRIL Group.

"Selain dari keadilan Naker yang kita kejar, nantinya kita juga lihat berbagai Kunker maupun perjalanan dinas para pejabat di APRIL Group, apakah demi rakyat atau demi yang lain. Setidaknya kebenaran itu butuh konsolidasi dari berbagai eleman yang sudah kita sambangi seperti LSM dan tokoh masyarakat yang masih peduli akan lingkungan dan daerahnya," pungkasnya, mengakhiri.***

 

Terkini