Hasil Lab Tak Kunjung Keluar, Aktivis Ini Desak Penyebab Kasus DAS Kampar

Hasil Lab Tak Kunjung Keluar, Aktivis Ini Desak Penyebab Kasus DAS Kampar
Hasil Lab Tak Kunjung Keluar, Aktivis Ini Desak Penyebab Kasus DAS Kampar

Pelalawan (Sekatanews.com) - Hasil Laboratorium tak kunjung keluar terkait keluhan masyarakat Desa Sungai Ara, Kabupaten Pelalawan, soal kasus penyakit kulit berupa gatal-gatal dan muntaber yang dialami sejumlah warga hingga kini masih menyisakan tanda tanya. Warga menduga keluhan tersebut berkaitan dengan penggunaan air daerah aliran sungai (DAS) Kampar untuk aktivitas sehari-hari, namun penyebab pastinya belum diketahui.

Keluhan masyarakat ini mencuat sejak 27 Juli 2026. Sejumlah warga Desa Sungai Ara mengaku mengalami alergi kulit dan rasa gatal setelah menggunakan air sungai, termasuk untuk mandi. Meski demikian, hingga saat ini belum ada kesimpulan resmi yang menyatakan bahwa keluhan penyakit kulit tersebut disebabkan oleh pencemaran air sungai yang sempat diduga akibat bahan kimia berlebihan.

Atas keluhan tersebut, masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Pelalawan turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap kondisi air sungai yang digunakan warga. Pemeriksaan dinilai penting untuk memastikan apakah terdapat kandungan pencemar, limbah, atau faktor lain yang berpotensi memengaruhi kualitas air.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan bersama Dinas Kesehatan turun ke lapangan. DLH mengambil sampel air sungai untuk dilakukan pengujian laboratorium. Sementara itu, Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan masyarakat, termasuk anak-anak yang mengalami keluhan pada kulit.

DLH sebelumnya menyampaikan bahwa hasil pengujian laboratorium akan disampaikan secara transparan kepada publik setelah hasil pemeriksaan keluar. Namun, hingga pertengahan September 2026, hasil uji laboratorium yang dinantikan masyarakat tersebut belum juga disampaikan secara terbuka.

Hal tersebut mendapat perhatian dari Ketua Kesatuan Mahasiswa Peduli Kebijakan Sosial (KMPKS) Agung Maulana. Agung sapaannya, itu mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam memberikan kepastian kepada masyarakat Desa Sungai Ara terkait persoalan tersebut.

Agung mendesak Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan segera memberikan penjelasan secara transparan mengenai perkembangan pemeriksaan sampel air sungai yang telah diambil.

"Ini menyangkut kesehatan masyarakat. Pemerintah harus memberikan kepastian kepada warga, terutama terkait hasil uji laboratorium air sungai. Kalau memang hasilnya belum keluar, harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat apa kendalanya," katanya, menegaskan.

Menurutnya, masyarakat berhak memperoleh informasi mengenai kualitas lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka, terlebih ketika muncul keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan penggunaan air sungai.

Agung juga menyoroti komunikasi yang sebelumnya disampaikan Kepala DLH melalui WhatsApp, bahwa hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan baru dapat diketahui sekitar satu bulan kemudian. Namun, waktu yang ditunggu masyarakat kini telah memasuki lebih dari satu bulan sejak sampel air diambil dan persoalan tersebut mencuat pada Juli lalu.

"Jangan sampai masyarakat terus bertanya-tanya. Pemerintah harus hadir dan memberikan penjelasan berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan. Jika air sungai dinyatakan aman, sampaikan hasilnya. Kalau ditemukan masalah, masyarakat juga harus diberitahu langkah penanganannya," ungkap Agung.

Ia meminta Pemkab Pelalawan tidak mengabaikan persoalan yang menyangkut kepentingan dan kesehatan masyarakat. Menurutnya, persoalan lingkungan dan kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian serius pemerintah. Kejelasan hasil pemeriksaan dinilai penting agar tidak menimbulkan keresahan maupun spekulasi di tengah masyarakat.

Masyarakat Desa Sungai Ara kini menunggu penjelasan resmi dari DLH Kabupaten Pelalawan mengenai hasil uji laboratorium kualitas air sungai tersebut. Publik juga menantikan penjelasan Dinas Kesehatan mengenai hasil pemeriksaan kesehatan warga serta apakah terdapat hubungan antara keluhan gatal-gatal yang dialami masyarakat dengan penggunaan air sungai.

"Hingga hasil pemeriksaan resmi diumumkan, penyebab pasti keluhan penyakit kulit yang dialami warga Desa Sungai Ara masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan medis dan pengujian kualitas air secara ilmiah," pungkasnya.***

#RAPP RGE APRIL Group

Index

Berita Lainnya

Index