Fenomena Kemarau DAS Kampar, Warga Terpapar Wabah, Diduga Zat Berbahaya

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:30:00 WIB
Fenomena Kemarau DAS Kampar, Warga Terpapar Wabah, Diduga Zat Berbahaya

Pelalawan (Sekatanews.com) - Lagi-lagi fenomena memasuki musim kemarau malanda Daerah Aliran Sungai (DAS) Kampar. Kali ini wabah yang diduga zat berbahaya menyerang, salah satunya warga Desa Sungai Ara, Kabupaten Pelalawan, Riau mengeluhkan pencemaran air DAS Kampar yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Pasalanya, kurang lebih satu bulan terakhir, warga mengaku banyak mengalami penyakit gatal-gatal, sementara sejumlah anak dilaporkan terserang muntah dan diare (muntaber). Bahkan, menurut keterangan warga, terdapat seorang anak yang meninggal dunia setelah mengalami muntaber.

Naldo, warga Sungai Ara menceri kondisi tersebut sudah sangat meresahkan. Ia menduga kualitas air DAS Kampar mengalami perubahan yang signifikan yang diduga dari tercemar zat berbahaya, sehingga berpotensi menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai keluhan kesehatan di tengah masyarakat.

"Air sungai sekarang terlihat keruh dan berwarna seperti berkarat. Kami khawatir kualitas air sudah tidak layak digunakan," kata Naldo, baru-baru ini.

Keterangan serupa juga disampaikan oleh salah seorang bidan desa yang bertugas di Desa tersebut. Menurutnya, dalam beberapa waktu terakhir, keluhan yang paling banyak disampaikan warga yang tinggal di sepanjang bantaran DAS Kampar adalah penyakit gatal-gatal.

"Sekarang ini rata-rata keluhan masyarakat yang tinggal di tepi perairan adalah gatal-gatal. Ini jelas penyebabnya dari faktor kualitas air," ungkap Naldo.

Menanggapi kondisi tersebut, warga mendesak agar Dinas Lingkungan Hidup tidak hanya menerima laporan, tetapi segera turun ke lapangan melakukan pengambilan sampel dan pengujian kualitas air secara menyeluruh.

"Kalau memang ada pencemaran, sampaikan kepada masyarakat secara terbuka. Jangan ada yang disembunyikan. Ini bukan persoalan sepele, tetapi menyangkut kesehatan bahkan keselamatan jiwa masyarakat," tegas Naldo.

Selain meminta DLH bergerak cepat, warga juga menilai respons Dinas Kesehatan harus lebih sigap dalam mengantisipasi potensi penyebaran penyakit.

"Kami berharap Dinas Kesehatan jangan hanya datang setelah masyarakat banyak yang sakit atau setelah muncul korban jiwa. Seharusnya mereka hadir lebih dulu untuk melakukan pemeriksaan, penyuluhan, dan langkah-langkah pencegahan. Jangan menunggu keadaan semakin parah baru turun ke lapangan," pungkasnya, berharap.***

 

Tags

Terkini