Sekatanews.com,Kerinci,-Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Kerinci menjalani asesmen lapangan Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) selama dua hari, 3–4 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung SBSN IAIN Kerinci tersebut menjadi tahapan penting dalam proses akreditasi sekaligus wujud komitmen kampus dalam memperkuat budaya mutu dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi secara berkelanjutan.
Asesmen lapangan dilakukan oleh dua asesor, yakni Dr. Zaki Ghufron, B.Ed., M.A. dan Dr. Asep Sopian, S.Pd., M.Ag. Selama proses berlangsung, tim asesor melakukan verifikasi dokumen akreditasi, meninjau sarana dan prasarana pendukung pembelajaran, serta mewawancarai pimpinan institut, pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga para pemangku kepentingan.
Seluruh rangkaian asesmen bertujuan memastikan kesesuaian antara dokumen akreditasi yang disusun dengan implementasi nyata dalam penyelenggaraan pendidikan di Program Studi Pendidikan Bahasa Arab.
Dekan FTIK IAIN Kerinci, Dr. Eva Ardinal, M.A., mengatakan asesmen lapangan bukan hanya menjadi proses penilaian, tetapi juga momentum strategis untuk menunjukkan kualitas tata kelola, pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, serta komitmen fakultas dalam membangun budaya mutu.
Menurutnya, berbagai persiapan telah dilakukan secara maksimal, mulai dari penyusunan dokumen, pemenuhan data pendukung, hingga penguatan koordinasi lintas unit agar seluruh tahapan asesmen berjalan efektif sesuai ketentuan.
“Kami menyambut baik kehadiran tim asesor sebagai mitra dalam melakukan evaluasi dan penguatan mutu. Berbagai masukan yang diberikan akan menjadi dasar bagi kami untuk terus melakukan penyempurnaan sehingga Program Studi Pendidikan Bahasa Arab semakin berkembang, memiliki daya saing yang tinggi, serta mampu memberikan layanan pendidikan yang semakin berkualitas kepada masyarakat,” ujar Eva Ardinal.
Sementara itu, Rektor IAIN Kerinci, Dr. H. Jafar Ahmad, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa asesmen lapangan merupakan bagian penting dari sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi, bukan sekadar proses evaluasi administratif.
Ia menilai akreditasi menjadi instrumen untuk mengukur efektivitas tata kelola, kualitas proses akademik, serta capaian program studi yang selanjutnya menjadi dasar dalam merancang pengembangan institusi secara berkelanjutan.
“Budaya mutu harus menjadi komitmen bersama seluruh sivitas akademika agar setiap program studi mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat. Saya berharap asesmen lapangan ini menghasilkan capaian terbaik sekaligus menjadi momentum memperkuat kualitas akademik, tata kelola, dan inovasi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab sehingga semakin unggul, berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional, serta mampu memberikan kontribusi yang lebih luas bagi pengembangan pendidikan Islam di Indonesia,” kata Jafar Ahmad.
Asesmen lapangan berlangsung dalam suasana kondusif dengan dukungan penuh seluruh sivitas akademika IAIN Kerinci. Semangat kolaborasi yang ditunjukkan menjadi cerminan komitmen institusi dalam membangun budaya mutu yang berkesinambungan.
Melalui proses ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab FTIK IAIN Kerinci diharapkan mampu meraih hasil akreditasi terbaik sekaligus semakin memperkuat kualitas pendidikan, melahirkan lulusan yang unggul, profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Keberhasilan tersebut juga diharapkan semakin mengukuhkan peran IAIN Kerinci sebagai perguruan tinggi Islam yang berkualitas, inovatif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.