Bapenda Kota Sungai Penuh Genjot PAD: Pembenahan Sistem, Transparansi Pembayaran, dan Optimalisasi Potensi Pajak

Bapenda Kota Sungai Penuh Genjot PAD: Pembenahan Sistem, Transparansi Pembayaran, dan Optimalisasi Potensi Pajak

Sekatanews.com.SUNGAIPENUH — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Sungai Penuh terus memperkuat langkah strategis guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Upaya ini ditempuh melalui pembenahan sistem perpajakan daerah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penggalian potensi pajak yang belum tergarap secara maksimal.

Sekretaris Bapenda Kota Sungai Penuh, Fajri, menyampaikan bahwa peningkatan PAD bukan sekadar tanggung jawab pemerintah, melainkan memerlukan dukungan dan partisipasi aktif seluruh masyarakat selaku wajib pajak.

"Berbagai tahapan sedang kami jalankan, mulai dari pendataan wajib pajak, sosialisasi peraturan, peningkatan kapasitas SDM, pemeriksaan langsung ke lapangan, hingga penyempurnaan regulasi sebagai landasan penguatan sistem pengelolaan pajak daerah," ungkap Fajri.

Dua pendekatan utama dijalankan, yaitu intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah. Intensifikasi dilakukan dengan memperbarui data, memperketat pengawasan, serta mendorong kepatuhan wajib pajak yang sudah terdata. Sementara ekstensifikasi berfokus menemukan sumber-sumber potensi pajak baru yang belum tercatat atau belum memberikan kontribusi optimal.

Kedua strategi ini menjadi kunci memperkuat kemandirian keuangan daerah agar pembangunan dapat berjalan lebih maksimal dan berkelanjutan.

Untuk mencegah kebocoran penerimaan, Bapenda kini menyusun sistem pembayaran yang lebih transparan dan akuntabel. Nantinya, setiap wajib pajak menyetorkan kewajibannya langsung ke rekening bank resmi yang ditunjuk pemerintah, bukan lagi kepada petugas. Bapenda hanya menerima bukti transfer sebagai dasar pencatatan administrasi.

"Dengan mekanisme ini, diharapkan transparansi meningkat dan potensi kebocoran dapat ditekan seminimal mungkin," jelas Fajri.

Pembenahan ini bukan semata mengejar angka penerimaan, melainkan membangun kemandirian fiskal daerah agar pembangunan dapat berlangsung berkelanjutan. Ia mengajak seluruh warga dan pelaku usaha untuk sadar memenuhi kewajiban perpajakan.

"Pajak dari masyarakat akan kembali untuk masyarakat. Setiap rupiah yang disetor akan digunakan membiayai pembangunan, memperbaiki infrastruktur, serta meningkatkan pelayanan publik yang manfaatnya langsung dirasakan warga. Semakin tinggi kesadaran membayar pajak, semakin luas kemajuan yang dapat kita wujudkan bersama untuk Kota Sungai Penuh," pungkas Fajri.(Ung)

Berita Lainnya

Index