Sumbar (Sekatanews.com) - Praktik penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi oleh oknum pelangsir kian marak terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di berbagai wilayah Indonesia. Salah satunya di SPBU 14-273-591 Kota Solok, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Modus pengisian berulang menggunakan kendaraan dengan tangki modifikasi atau jeriken tersembunyi ini tidak hanya merugikan masyarakat umum akibat kelangkaan, tetapi juga mulai mengancam keselamatan publik.
"Kami lihat jumlah mobil jenis sedan saja sampai dengan Rp 650.000,- jumlahnya. Ini sudah keterlaluan," kata H. Mus, salah satu warga setempat yang mengeluh akibat ulah berbagai oknum tersebut.
Dampak Nyata: Antrean Mengular dan Kelangkaan
Di beberapa daerah seperti, Sumbar, Riau, Jambi, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Barat, warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan Biosolar maupun Pertalite.
SPBU yang seharusnya melayani kendaraan umum justru kerap dipenuhi oleh kendaraan pelangsir yang mengantre berulang kali dalam sehari.
"Ulah para pelangsir ini sangat merugikan. Antrean menjadi sangat panjang, dan warga yang benar-benar membutuhkan sering kehabisan stok sebelum sempat mengisi," pungkas H. Mus, yang kerap terjebak antrean baru-baru ini.
Sementara, petugas SPBU 14-273-591, tanpa menggunakan atribut, itu saat ditanyakan siapa nama menager pengawasnya, enggan berkomentar hingga artikel ini deadline.***