Jakarta,Sekatanews.com,-Suasana penuh semangat dan kesibukan meliputi rumah produksi UMKM anyaman bambu milik Ibu Doni Afrianto, seiring mendekatnya pelaksanaan acara Persit Bisa Vol. 2 yang akan diselenggarakan di Jakarta. Kegiatan yang diinisiasi oleh Persit Kartika Chandra Kirana ini menjadi momen penting bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk memamerkan karya terbaik mereka. Bagi Ibu Doni, keikutsertaan dalam acara ini bukan sekadar menghadiri pameran, melainkan kesempatan berharga untuk mengembangkan usahanya serta memperkenalkan warisan kerajinan tradisional kepada khalayak yang lebih luas.
Sejak waktu yang lalu, Ibu Doni beserta para pengrajin di lingkungannya telah meningkatkan intensitas kerja guna mempersiapkan berbagai produk andalan. Beragam hasil karya disusun dengan teliti, mulai dari keranjang serbaguna, tas anyaman, tempat tisu, wadah hantaran, hingga hiasan rumah yang memancarkan kesan alami. Setiap barang tidak dihasilkan dengan cara yang mudah. Dimulai dari pemilihan bahan baku terbaik, bambu dipotong sesuai ukuran, direndam, dijemur di bawah sinar matahari, lalu dianyam dengan tangan melalui ketelitian yang tinggi agar terbentuk susunan yang kuat, rapi, dan tahan lama.
Kualitas tetap menjadi hal yang paling diutamakan. Sebelum dikemas, setiap karya harus melewati tahap pemeriksaan secara ketat. Tidak ada satu pun barang yang memiliki ikatan longgar atau hasil akhir yang kurang sempurna yang diizinkan untuk dibawa ke pameran. Ibu Doni memahami bahwa kesan pertama yang ditangkap oleh pengunjung sangat berpengaruh terhadap minat mereka. Oleh karena itu, selain memastikan mutu terjaga, ia juga mengembangkan corak dan bentuk agar tampak lebih kekinian, tanpa menghilangkan ciri khas yang melekat pada kerajinan ini.
Tidak hanya memusatkan perhatian pada proses pembuatan, aspek pemasaran juga diperbarui. Kemasan yang digunakan dibuat lebih menarik dan tetap bersahabat dengan lingkungan, sementara label usaha dicetak dengan tampilan sederhana namun berkesan, yang memuat nama usaha dan cara untuk menghubungi mereka. Bahkan sebelum acara dimulai, informasi mengenai persiapan yang dijalankan telah dibagikan melalui media sosial, sebagai langkah untuk menarik perhatian calon pembeli dan memperkenalkan keunikan karya mereka sejak dini.
Keikutsertaan dalam kegiatan ini memberikan dorongan semangat tersendiri bagi Ibu Doni. Baginya, Persit Bisa bukan sekadar tempat menjajakan barang, melainkan juga sarana untuk memperluas jaringan hubungan kerja. Ia berharap dapat bertemu dengan pembeli baru, penyalur barang, hingga pihak-pihak yang bersedia bekerja sama agar hasil karyanya dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Dukungan yang diterima dari lingkungan sekitar serta rasa kebersamaan yang terjalin antar sesama pelaku usaha turut memperkuat keyakinannya dalam menghadapi hari pelaksanaan nanti.
Menjalani seluruh rangkaian persiapan tentu tidak lepas dari tantangan, terutama dalam mengatur waktu. Ibu Doni harus membagi perhatiannya di antara berbagai urusan, mulai dari mengawasi proses pembuatan, menyiapkan kemasan, melakukan promosi, hingga berkoordinasi dengan pihak penyelenggara. Namun, segala hal itu dijalani dengan hati yang gembira dan tekad yang kuat. Ia meyakini bahwa segala upaya dan kerja keras yang dilakukan akan memberikan hasil yang memuaskan.
Dengan kesiapan yang matang, inovasi yang terus dikembangkan, serta dukungan yang diberikan oleh Persit Kartika Chandra Kirana, harapan besar tergantung di benaknya. Ia menginginkan agar karya anyaman bambu ini semakin dikenal dan disukai oleh masyarakat. Lebih dari sekadar manfaat ekonomi yang didapat, keikutsertaan ini menjadi bukti nyata upaya melestarikan budaya bangsa, sekaligus menjadi cara untuk meningkatkan taraf hidup keluarga melalui ketekunan dan daya cipta.(Ung)