Pelalawan (SekataNews.com) - Marak dugaan permainan BBM bersubsisi, SPBU 14.283.690 yang terletak di jalan lintas Timur, Desa Dundangan, kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan di laporkan ke Polres Pelalawan. Laporan terhadap SPBU 14.283.690 ke Polres Pelalawan, diduga SPBU tersebut melakukan penyalahgunaan dalam penyaluran BBM Solar ke truk pelangsir yang diisi ke baby tank yang sudah disiapkan sebelumnya di dalam bak truk dengan nomor Polisi, BM 9164 LB yang memang beraktivitas truk pelangsir BBM Solar subsidi.
Kegiatan ilegal oleh pihak SPBU terciduk tim Journalist Investigasi (JI) yang berjumlah 7 orang yang sedang melakukan investigasi, setelah tim mendapat informasi bahwa pihak SPBU melakukan aksinya tengah malam sampai dinihari.
Mendapat informasi ini, membuat JI yang wartawan dari berbagai media menyambangi SPBU tersebut, selasa sekitar pukul 22.30 WIB meluncur ke SPBU yang terletak di jalan lintas Timur desa Dundangan. Benar saja, operator SPBU melakukan pengisian ke sebuah truk colt diesel BM 9164 LB yang plat nomor diduga palsu.
"Truk supir diduga bernama (AS) mengakui bahwa pihaknya sudah beroleh ijin," kata ketia JI Richard, Senin 9 Maret 2026.
Lanjutnya, setelah AS menghubungi seseorang, (RS) dan diduga diarahkan untuk kabur dari SPBU. Bahkan aksi AS ini terbilang nekat. Salah satu dari tim wartawan, (DHS) yang mendokumentasikan kejadian itu naik ke atas truk malahan turut dibawa kabur oleh AS.
"AS sebelumnya sudah diminta oleh tim JI, yakni RS dan ID sudah meminta jangan jalan dulu, karena masih ada tim wartawan berada di dalam bak truk. Namun AS yang diduga sudah mendapat arahan dari (RS) ayah dari AS, AS tidak memperdulikan permintaan wartawan yang berada di dalam truk sudah meminta agar truk berhenti dulu, namun AS tetap jalan tidak perduli dengan permintaan tim JI," ungkapnya.
Melihat, rekannya dibawa kabur dan khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, akhirnya rekan-rekan wartawan lainnya mengikuti truk tersebut mulai dari SPBU Dundangan sampai ke tempat gudang BBM yang berlokasi di simpang engkolan, sorek.
Ternyata dugaan tim JI memang benar, di lokasi yang diduga gudang (RS) yang ada kedai tuak telah menunggu 3 orang di lokasi yang diduga gudang BBM tersebut. Ke 3 orang tersebut langsung merah-marah dan memprotes kedatangan wartawan.
Beruntung, tim JI dapat menyusul, sehingga tindakan anarkis yang lebih jauh tidak menimpah wartawan yang tadinya berada di dalam truk.
"Merasa tidak terima perbuatan tercela yang dilakukan pihak SPBU, sopir dan rekannya yang terkesan hendak melakukan percobaan penculikan, maka tim wartawan melaporkan ke Polres Pelalawan, malam itu juga," pungkasnya.***