Temu Ilmiah III ITP2I Diharapkan Mampu Mendukung Inovasi Hilirisasi Industri

Temu Ilmiah III ITP2I Diharapkan Mampu Mendukung Inovasi Hilirisasi Industri
Temu Ilmiah III ITP2I Diharapkan Mampu Mendukung Inovasi Hilirisasi Industri

Pelalawan (Sekatanews.com) - Temu Ilmiah III Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan (ITP2I) menjadi wadah strategis untuk merumuskan langkah-langkah kemajuan sektor kelapa sawit yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Dengan menghadirkan narasumber dari lima (5) Negara, kegiatan itu berlangsung di Aula Kantor Bupati Pelalawan, pada Rabu, 8 Juli 2026,

Rektor ITP2I Prof Dr Ir H Tengku Dahril MSc kepada media ini mengatakan bahwa Temu Ilmiah III, dalam rangka peringatan ke 10 Tahun ITP2I mengangkat tema "Memajukan Industri Kelapa Sawit melalui Teknologi Cerdas dan Berkelanjutan guna Mendukung Inovasi Hilirisasi serta Menjawab Tantangan Industri".

"Tema tersebut dipilih sebagai bentuk komitmen ITP2I dalam mendorong kemajuan industri kelapa sawit Indonesia agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tuntutan pasar global, serta berbagai tantangan di era transformasi industri yang semakin dinamis. Menurut saya, industri kelapa sawit tidak hanya dituntut meningkatkan produktivitas, tetapi juga harus mengedepankan aspek keberlanjutan, efisiensi, inovasi, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku,"terangnya.

Prof Tengku Dahril juga mengatakan, bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan riset, inovasi, dan sumber daya manusia yang kompeten untuk mendukung pembangunan industri perkebunan. Melalui Temu Ilmiah III ini, ITP2I ingin menghadirkan ruang kolaborasi antara akademisi, peneliti, pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, dan mahasiswa untuk bertukar gagasan, mempresentasikan hasil penelitian, serta merumuskan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi industri kelapa sawit, khususnya dalam bidang teknologi, hilirisasi, legalitas, dan keberlanjutan. Dirinya berharap Temu Ilmiah III ITP2I dapat menghasilkan rekomendasi, inovasi, dan kolaborasi nyata yang bermanfaat bagi pengembangan industri kelapa sawit Indonesia.

"Penerapan teknologi cerdas (smart technology) dan teknologi berkelanjutan menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing industri kelapa sawit nasional. Pemanfaatan digitalisasi, kecerdasan buatan, otomasi, hingga inovasi pengolahan limbah menjadi produk bernilai tambah diyakini mampu menciptakan industri yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berorientasi pada ekonomi sirkular. Selain itu, penguatan hilirisasi juga diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas sawit sehingga tidak hanya bergantung pada ekspor bahan baku, tetapi juga menghasilkan produk turunan yang memiliki daya saing tinggi di pasar internasional,"ujarnya.

Sementara itu, Bupati Pelalawan H Zukri SM MM melalui Asisten Administrasi Bidang Umum Setdakab Pelalawan Mayhendri MSi mengatakan, bahwa wilayah ini memiliki potensi luar biasa besar di sektor perkebunan kelapa sawit. Namun, industri sawit saat ini tidak lepas dari berbagai tantangan global, sehingga wajib melakukan transformasi menyeluruh agar tetap relevan dan berdaya saing. Dirinya menekankan pentingnya upaya hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah produk sawit, sehingga tidak sekadar menjual bahan baku. Selain itu, penerapan teknologi canggih seperti Kecerdasan Buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan sistem digital harus terus didorong di seluruh rantai pasok perkebunan.

"Keberhasilan transformasi ini tidak bisa dilakukan sendirian. Kolaborasi erat antara pemerintah, perguruan tinggi, pelaku industri, dan masyarakat mutlak diperlukan. Perguruan tinggi berperan sentral sebagai pusat penelitian dan lahirnya inovasi baru yang dapat diterapkan langsung di lapangan. Di sisi lain, penguatan kerja sama internasional juga dibutuhkan untuk memperluas pasar dan memenuhi standar global. Inovasi, penerapan teknologi, serta prinsip keberlanjutan adalah kunci utama kemajuan industri sawit kita ke depan. Kita tidak bisa lagi bertahan dengan cara-cara lama,"terangnya

Mayhendri juga mengatakan, bahwa komitmennya untuk terus mendukung penuh pengembangan pendidikan, riset, dan inovasi di sektor perkebunan. Kegiatan Temu Ilmiah III ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi, temuan baru, dan kerja sama yang berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sesuai narasi strategis pembangunan perkebunan tambahnya, arah kebijakan ini sejalan dengan upaya menjaga keberlanjutan dan legalitas usaha, meningkatkan manfaat komoditas bagi daerah dan petani, serta optimalisasi program layanan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). 

"Tujuan akhirnya adalah mewujudkan industri kelapa sawit Kabupaten Pelalawan yang modern, berdaya saing tinggi, ramah lingkungan, dan berkelanjutan," pungkasnya, mengakhiri.***

 

#Pendidikan

Index

Berita Lainnya

Index