Pelalawan (SekataNews.com) - Pengurus Daerah Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PD Hima Persis) menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang pekerja PT Sari Lembah Subur (SLS), Ollyses Octavianus, dalam insiden kecelakaan kerja yang terjadi pada 25 Maret 2026 lalu, di area Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS), Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Kabid Sosial dan Politik Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam, Muhammad Khairul Fikri, menegaskan bahwa kejadian ini tidak boleh dianggap sebagai kecelakaan kerja biasa.
"Peristiwa tersebut diduga terjadi akibat korban tertimbun tumpukan cangkang sawit saat berada di area kerja. Insiden ini menjadi perhatian serius, khususnya terkait penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan perusahaan," tegasnya baru-baru ini.
Sebelumnya, pada Senin 6 April 2026 lalu, telah dilaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Komisi IV, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pelalawan, serta pihak terkait guna membahas insiden tersebut. Namun, pihak karyawan PT SLS tidak hadir dalam forum tersebut dengan alasan masih menunggu validasi dari pihak provinsi.
"Jika benar terdapat kelalaian dalam penerapan K3, maka ini merupakan bentuk kegagalan sistem yang harus dipertanggungjawabkan secara serius, baik secara hukum maupun moral,” bebernya.
Ia juga menekankan bahwa keselamatan pekerja merupakan hak dasar yang wajib dijamin oleh perusahaan.
“Nyawa pekerja tidak boleh dipertaruhkan. Setiap perusahaan memiliki kewajiban mutlak untuk memastikan standar keselamatan kerja dijalankan secara optimal di lapangan,” ungkapnya.
Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam menyayangkan ketidakhadiran tersebut karena dinilai menghambat proses keterbukaan informasi kepada publik.
“Forum RDP seharusnya menjadi ruang transparansi untuk mengungkap fakta dan mencari solusi bersama. Ketidakhadiran ini justru menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat,” tegas Muhammad Khairul Fikri.
Sebagai bentuk sikap, Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam menyatakan:
Mendesak pengusutan menyeluruh terhadap dugaan kelalaian K3 oleh pihak berwenang Mendorong transparansi penuh dari pihak perusahaan terkait hasil investigasi meminta evaluasi total terhadap sistem keselamatan kerja di PT. SLS.
Menuntut penegakan sanksi tegas apabila ditemukan pelanggaran Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam menegaskan akan terus mengawal kasus ini dan tidak menutup kemungkinan mengambil langkah lanjutan apabila tidak ada kejelasan.
“Keselamatan pekerja adalah hal utama yang tidak bisa ditawar. Kami akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan dan keadilan bagi korban,” pungkasnya mengakhiri.***