Rangking 1 Penyebab Kebakaran, KMPKS: Presiden Harus Evaluasi Pohon Eukaliptus

Rangking 1 Penyebab Kebakaran, KMPKS: Presiden Harus Evaluasi Pohon Eukaliptus
Rangking 1 Penyebab Kebakaran, KMPKS: Presiden Harus Evaluasi Pohon Eukaliptus

Pekanbaru (Sekatanews.com) - Selain merusak lingkungan dan hewani, berbagai penelitian yang didalami gabungan mahasiswa dari Kesatuan mahasiswa peduli kebijakan sosial (KMPKS) menemukan bahwa pohon eukaliptus dengan nama latin Eucalyptus, itu merupakan rantai no wahid atau rangking 1 yang rentan jadi penyebab kebakaran. Tak khayal, jika ditanam mencapai ribuan bahkan ratusan ribu hektar (Ha), bagaimana dampak negatif dari pohon penghasil bubuk kertas, serat, dan obat-obatan herbal tersebut.

Dalam ini Ketum KMPKS Agung Maulana, S.Ikom, dengan tegas mendesak Presiden RI Prabowo Subianto, melalui anak buah kebinetnya, khususnya Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Kehutanan, selaku pemberi ijin budidaya serta Hutan Tamanan Industri (HTI) kepada seluruh korporasi HTI di Republik Indonesia (RI).

"Pohon ini bersifat sangat mudah terbakar karena mengandung minyak volatil dan kulit kayu yang mengelupas, sehingga memicu percikan api dan membuat kobaran api cepat meluas," kata Ketum KMPKK Agung, menegaskan.

Ia juga mengutip kejadian di beberapa megara yang pernah menjadi dampak daei kerusakan lingkungan dan kekejaman Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) akibat penyebaran kayu akasia jenis eukaliptus tersebut.

"Kebakaran hutan yang sangat dahsyat pernah terjadi di East Bay tahun 1991, yang menewaskan 25 orang dan menyebabkan ribuan orang kehilangan tempat tinggal. Hamparan luas pohon eukaliptus terbakar," ungkapnya.

Selanjutnya, ditambahkan Agung, Karhutla paling mematikan di Portugal pernah terjadi pada Juni dan Oktober 2017. Bencana ini menewaskan lebih dari 100 orang, melukai ratusan lainnya, dan menghanguskan total lahan seluas lebih dari 500.000 hektar akibat gelombang panas ekstrem serta angin kencang.

"Serta Karhutla dahsyat juga pernah terjadi pula Kebakaran hutan besar di Los Angeles, California, yang terjadi pada Januari 2025, diperparah oleh keberadaan pohon eukaliptus (eucalyptus) yang  menyebabkan Kematian korban jiwa  sebanyak 440 orang," bebernya, kepada Sekatanews.com.

Selain KMPKS, ITB Bandung juga pernah meneliti dampak negatif dari pohon eukaliptus. Oleh sebab itu KMPKS mendesak Presiden RI, agar segera mengevaluasi hingga menbut izin HTI yang masih memanfaatkan tanaman pohon eukaliptus tersebut. 

"Presiden harus evaluasi pohon eukaliptus. Jangan sampai demi untung segelintir pengusaha asing dan aseng, regenerasi bangsa tergadaikan. Alam NKRI wajib dijaga guna kelangsungan hidup generasi kita," tegasnya lagi.

Ia sempat mengutip kata-kata Mutiara Kapolda Riau, Irjen Herry Haryawan "Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita". Dengan program Polda Riau Green Policing, itu pihaknya berharap jangan sampai korporasi HTI maupun HGU merusak alam akibat dampak Karhutla yang timbul berkepanjangan.

"Sejak 19-21 Agustus Karhula hebat kayu eukaliptus terjadi di Provinsi Kalimantan, begitu juga di Riau hingga saat ini masih proses pendinginan oleh pertugas dilapangan. Jika ini dibiarkan terlalu lama, maka aksi massa yang akan menuntut nantinya hingga Istana Negara," pungkasnya.

Kandati demikian, media ini mengkonfirmasi salah satu korporasi terefiliasi HTI manyoritas menanam kayu akasia jenis Eukaliptus yang tersebar di Riau dan Kalimantan, yakni manajemen APRIL Grup, melalui Corcom SHR nya Wan M. Jeck Anza dan Disra Aldrick, saat dikonfirmasi chat dan telepon seluler memilih bungkam hingga artikel ini naik tayang.***

#Lingkungan

Index

Berita Lainnya

Index